Sulit Lolos Championship Series, Persija Harus Bersiap Untuk Musim Depan

[ad_1]

Hingga pekan ke-26, Persija Jakarta tertahan di peringkat kesebelas klasemen Liga 1. Runner up musim lalu tersebut bahkan mengalami kekalahan tiga kali beruntun. Menyisakan 8 pertandingan, apakah Macan Kemayoran bisa meraih poin maksimal dan tidak melulu menjadi bulan-bulanan?

Bacaan Lainnya

Macan Kemayoran masih akan melawan Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, dan PSIS Semarang sebagai empat tim yang masih berpeluang besar lolos ke championship series.

Secara matematis, peluang Persija untuk lolos ke championship series sangatlah berat. Koleksi 32 poin milik Persija masih terpaut 11 poin dari PSIS Semarang yang berada di peringkat empat.

Ada berbagai persoalan yang menyebabkan Persija tampil kurang maksimal, salah satunya adalah masa persiapan yang jauh dari kata ideal. Mereka baru merekrut tiga pemain asing saat Liga 1 dimulai pada 1 Juli 2023. Tiga pemain asing itu adalah Ondrej Kudela, Ryo Matsumura, dan Marco Simic.

Kudela merupakan satu-satunya pemain asing dari musim lalu yang dipertahankan, sedangkan Ryo rekrutan baru dari Persis Solo. Yang menarik adalah Simic. Pada Maret 2023 lalu, Persija harus membayar sebesar 7 Miliar kepada Marco Simic setelah pemain asal Kroasia tersebut menang gugatan di FIFA atas kasus tunggakan gaji. Setelah berkonflik, kedua belah pihak rujuk saat kompetisi akan dimulai. Pada Juni 2023, Persija mengumumkan bahwa Simic kembali memperkuat tim, padahal sudah lama ia tidak memiliki klub.

Dengan situasi demikian, wajar rasanya jika Doll mengeluh keterlambatan manajemen merekrut pemain asing. Dua pemain asing mereka baru diresmikan saat liga sudah berjalan. Maciej Gajos baru bergabung pada 16 Juli, sedangkan Oliver Bias sebagai pemain Asean baru diperkenalkan pada 27 Juli.

Praktis di awal musim Persija hanya bisa diperkuat oleh Ryo karena Kudela mengalami cedera, sedangkan Simic seperti diakui oleh Thomas Doll sendiri, sudah lama tidak bermain dan perlu waktu untuk mengembalikan kondisinya. Sejak awal musim, Doll mengeluh bahwa ia membutuhkan striker asing – yang mengindikasikan bahwa Simic bukanlah sosok ideal dalam skemanya.

Di putaran pertama musim ini, klub kebanggan The Jak pun hanya mempunyai lima pemain asing, yakni Kudela, Ryo, Gajos, Bias, dan Simic, padahal PSSI memberikan kuota enam pemain asing kepada klub Liga 1 dengan komposisi 5 pemain asing bebas + 1 Asia Tenggara.

Presiden Persija Mohamad Prapanca mengatakan alasan timnya hanya merekrut lima pemain asing karena timnya sudah menetapkan anggaran belanja saat regulasi pemain asing belum ditentukan oleh PSSI.

“Awalnya waktu kami sarasehan dengan PSSI di Surabaya itu regulasi boleh enam pemain tapi hanya bisa 4+1 (empat pemain asing dari bebas negara dan satu nama asal Asia) yang bisa dimainkan. Kalau kontrak enam pemain asing tapi hanya lima yang boleh dimainkan, itu membutuhkan uang banget. Sehingga, waktu penyusunan ke manajemen itu kami pakai konsep itu (lima pemain asing), kata Prapanca pada 27 Juli 2023 silam dilansir Bolasport.com.

“Itulah dalam waktu yang sangat pendek itu kami berusaha mencari apa yang menjadi keinginan dari pelatih. Tetapi, balik lagi pemilihan pemain itu akan melanggar kesepakatan saya dengan pihak manajemen Persija,” lanjut Prapanca.

Buntutnya, Persija pun tidak bisa mengakomodir keinginan Doll yang ingin mendatangkan striker asing. Persija pun baru bisa mendatangkan striker asing di putaran kedua, saat meminjam Gustavo Almeida dari Arema FC yang saat itu berstatus sebagai top skor dengan empat belas gol.

Namun, datangnya Gustavo juga dibarengi dengan keluarnya pemain lain yang sedang tampil baik, yakni Witan Sulaeman. Di sisi sayap, Witan menjadi pemain yang menjadi kunci. Pemain yang didatangkan pada awal musim tersebut mengoleksi 19 penampilan dengan kontribusi tiga gol dan lima asis. Sayangnya, di putaran kedua, ia dipinjamkan ke Bhayangkara Presisi Indonesia yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.

Menurut COO Bhayangkara, Sumardji, pihak Persijalah yang menawarkan Witan kepada klub berjuluk The Guardian itu. Tak hanya Witan, Sumardji pun mengatakan Persija menawarkan untuk meminjamkan satu pemain lain, namun Bhayangkara akhirnya hanya meminjam Witan dengan biaya besar.


“Untuk peminjaman Witan, biaya yang kami keluarkan sangat besar,” kata Sumardji pada 13 November silam dilansir dari situs resmi klub.

Datangnya Gustavo membuat Persija menggenapkan kuota pemain asing mereka. Namun, Gustavo pun belum mampu menunjukkan penampilan maksimal sebagaimana yang ia tunjukan kala berseragam Arema karena mengalami cedera.

Di laga debut bersama Persija saat menghadapi Bhayangkara (27/11/2023), pemain asal Brasil itu ditarik keluar di menit 35 karena cedera. Ia pun harus melewatkan tiga pertandingan selanjutnya bersama Persija dan baru bermain kembali kala menghadapi Borneo (6/2/2024) dengan mencetak satu gol.

Persija memang mendatangkan dua pemain lokal berlabel timnas di awal musim. Selain Witan, Rizki Ridho pun didatangkan dari Persebaya Surabaya. Sebagai rekrutan baru, kedua pemain tersebut sangat diandalkan Doll untuk melengkapi pemain lokal musim lalu yang tidak banyak berubah.

Ridho menjadi bek tengah yang tak tergantikan. Ia sudah mengoleksi 21 penampilan, di mana ia selalu menjadi sebelas utama jika tidak sedang membela timnas dan akumulasi kartu. Namun, penampilan apik Ridho ternyata tidak cukup. Doll mengeluhkan penampilan anak asuhnya yang tidak maksimal, seperti pertandingan terakhir mereka kala takluk 2-3 atas Arema pada Senin (26/2/2024).

“Seharusnya melawan Arema kami bisa mengontrol jalannya pertandingan. Tapi entah kenapa kami tidak bisa melakukannya. Ini benar-benar murni karena masalah konsentrasi dan kesalahan yang dibuat pemain saya saja,” kata mantan pelatih Borussia Dortmund itu dikutip dari situs resmi klub.

Dengan hanya meraih 7 kemenangan, 11 kali seri, serta 8 kekalahan, Doll harus segera memperbaiki penampilan anak asuhnya. Pelatih asal Jerman tersebut bagaimanapun masih ingin memaksimalkan sisa musim ini dengan menolak pemainnya dipanggil ke Timnas U-23 yang akan bertanding pada turnamen Piala Asia April mendatang.

Mengatasi penolakan ini yang kemungkinan juga dilakukan oleh tim-tim lain, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengirimkan surat kepada PSSI untuk menghapus regulasi memainkan pemain U-23 dan akhirnya regulasi memainkan pemain U-23 dihapus per 1 Maret sampai musim berakhir.

Seandainya para pemain U-23 dipanggil timnas, Doll pun harus berpikir lebih keras untuk meramu timnya karena ia kerap memainkan pemain U-23 sebagai starting line-up seperti Rizki Ridho, Rio Fahmi, Doni Tri, Muhammad Ferrari, dan Rayhan Hannan. Pilihan lain adalah ia tetap menolak melepas pemainnya untuk memaksimalkan sisa pertandingan musim ini. Tugas Doll memang berat, namun pekerjaan rumah berat juga harus dikerjakan manajemen Persija.

Awal musim ini menjadi gambaran bahwa kelengkapan pemain sebelum liga dimulai sangatlah penting. Persija yang “ketinggalan start” di musim ini sebisa mungkin bersiap untuk musim selanjutnya karena itu satu-satunya hal yang bisa dilakukan di tengah perjuangan musim ini yang rasanya kian sukar.

Meski punya reputasi menjadi pelatih beberapa klub Jerman, bukan perkara mudah untuk membangun tim yang mayoritas diisi oleh pemain-pemain muda. Doll, yang masih memiliki kontrak hingga musim 2024/2025, tentu punya kriteria pemain yang harus dipenuhi oleh manajemen di musim depan.



[ad_2]

Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *