Pengaruh Rodri Dalam Produktivitas Gol Haaland

[ad_1]

Erling Haaland memulai musim perdananya berseragam Manchester City dengan mencetak 36 gol dari 35 pertandingan Liga Primer Inggris 2022/23. Catatan itu mengalahkan jumlah gol terbanyak satu musim yang sebelumnya dimiliki Andrew Cole dan Alan Shearer.

Bacaan Lainnya

Catatan gol Haaland juga yang dianggap sebagai salah satu faktor terbesar Man City meraih treble winner musim lalu. Dari 35 kali bermain, dia cuma 12 kali absen mencatatkan nama di papan skor, dan kalah pada 4 pertandingan di antaranya.

Pada musim ini, produktivitas Haaland pun sempat mengalami kebuntuan. Kedua laga berakhir tanpa gol dari penyerang kelahiran 21 Juli 2000 ini. Statistik dua pertandingan Liga Primer Inggris terakhir, mencatatkan non penalty expected goal (npxG) 0,1 dan 0.

Jika melihat efisiensi, sebenarnya tidak ada perubahan. Akurasi tembakan Haaland tetap sama, rata-rata mencapai 50% tepat sasaran. Hanya saja jumlah kesempatan dan kualitas tembakannya menurun. Meskipun demikian, nama Haaland tidak tergusur dari pencetak gol terbanyak Premier League musim ini.

Namun, kebuntuan Haaland dalam mencetak gol, berdampak kepada kekalahan Man City pada dua pertandingan Liga Primer Inggris terakhir. Nyatanya, absensi Rodrigo Hernandez di lini tengah, cukup berimbas kepada kebuntuan Haaland.

Absennya Rodri Sebabkan Ketumpulan Haaland

Sekilas absennya Kevin de Bruyne dan Rodri dapat menyimpulkan alasan Haaland tumpul. Jika ditilik lebih detail, kehilangan giringan bola dan umpan kunci sukses dari De Bruyne pasca cedera di pekan perdana, masih bisa teratasi. Dalam angka, De Bruyne tidak signifikan mengubah perolehan statistik Haaland. Namun semua berubah setelah Rodri disuspensi kartu merah sehingga tidak bermain melawan Wolves dan Arsenal.

Statistik Haaland musim ini

Pekan

Menit

Gol (np)

Asis

Shot

On target

npxG

xAG

1

79

2

0

4

2

0.6

0.3

2

90

0

0

4

2

0.4

0.1

3

90

1

0

7

3

1.3

0.1

4

90

3

1

3

2

0.8


0.7

5

89

1

0

9

4

2.5

0

6

90

1

0

2

1

0.7

0

7

90

0

0

1

1

0.1

0.1

8

90

0

0

0

0

0

0.3

Tercatat pula jika puncak kreasi terbesar Haaland terjadi saat Rodri, Kovacic, dan Alvarez, mengisi pos gelandang yang berkontribusi pada 4,6 npxG dari 4 gol atau setengah dari keseluruhan torehan Haaland musim ini. Tiap kali turun ke lapangan, Rodri seolah berperan ganda sebagai bek tengah sekaligus holding midfielder.

Rongga pada formasi City yang membuat mereka takluk dari Wolves dan Arsenal adalah kehilangan peran ganda Rodri. Biasanya, dialah yang mengatur ritme aliran bola, memutus serangan balik lawan, dan menjadi poros antarlini yang ditinggalkan.

Tanpa Rodri, Kovacic terlihat kewalahan menjadi poros tunggal di lini tengah. Misalnya ketika pekan ketujuh melawan Wolves, praktis hanya Kovacic sendiri yang menjadi jangkar lini tengah. Sebab Alvarez dan Nunes lebih banyak beroperasi di half space sampai ke sayap.

Ketiadaan Rodri mengurangi compactness Man City di lini tengah. Akibatnya, Man City lebih sering kecolongan menghadapi transisi bertahan, mengingat tidak ada pemain yang memposisikan diri tepat sebelum lini pertahanan untuk memotong counter lawan dan langsung mengumpan ke depan.

Selain itu, Rodri memiliki kemampuan untuk memberikan umpan yang pas dan nyaman bagi rekan-rekannya. Rodri, sebagai poros serangan Man City di lini tengah, memainkan peran krusial mengatur aliran bola. Sebagai sentralisasi umpan progresif yang menggiring serangan tim ke depan, Rodri melepaskan bola dengan akurasi tinggi.

Keberadaan Rodri meningkatkan ketajaman dan efektivitas penyelesaian Haaland. Meski koneksi tidak selalu langsung terpaut di antara keduanya, kombinasi keterampilan distribusi Rodri sangat berpengaruh terhadap ancaman serangan City dan produktivitas kreasi Haaland.

Baca Juga:

Sebab Haaland akan lebih leluasa bergerak di lini depan seiring dengan sirkulasi bola yang dikomandoi Rodri. Apalagi Haaland adalah tujuan utama serangan Man City. Hampir setiap kali Haaland menjadi sasaran bola dilepaskan ke sepertiga akhir.

Jelang menjamu Brighton & Hove Albion malam nanti (21/10) di Etihad Stadium, Rodri sudah dipastikan dapat kembali bermain dan mengisi pos gelandang bertahan di sektor tengah City.

Klub yang bermarkas di pesisir Selatan itu menandingi The Citizens dalam produktivitas dan probabilitas mencetak gol, dengan 20 berbanding 17 gol, dan 15,7 berbanding 13,3 npxG. Artinya Brighton menjadi potensi ancaman bagi gawang Ederson.

Keberadaan Rodri nanti dalam skuad City akan meredam serangan Brighton yang eksplosif. Posisinya yang biasa lebih dalam akan membuat gelandang lain lebih leluasa naik, karena Rodri akan kembali menjadi jangkar dan sentral aliran bola terutama di fase transisi.



[ad_2]

Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *