Apakah KLB PSSI Akan Efektif?

[ad_1]

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) mengumumkan bahwa PSSI akan segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Hal tersebut disampaikan setelah melakukan pertemuan dengan Komite Eksekutif pada Jumat (28/10) malam.

“(PSSI) memutuskan untuk mempercepat kongres biasa pemilihan melalui mekanisme kongres luar biasa sesuai tahapan aturan organisasi,” ujar Iwan Bule dikutip dari Youtube PSSI.

Iwan Bule melanjutkan bahwa sebelum KLB digelar, EXCO PSSI akan segera melakukan verifikasi persiapan KLB selambat-lambatnya tiga bulan.

Hal tersebut memang sesuai dengan isi statuta PSSI Pasal 34, bahwa Komite Eksekutif harus mengadakan Kongres Luar Biasa jika 50% (lima puluh persen) Anggota PSSI atau 2/3 (dua pertiga) dari Delegasi yang mewakili Anggota PSSI, mengajukan permintaan secara tertulis.

Permintaan tersebut harus menyebutkan hal-hal yang hendak dicantumkan di dalam agenda Kongres. Kongres Luar Biasa harus dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan. Apabila Kongres Luar Biasa tidak dilaksanakan, Anggota PSSI yang mengajukan permintaan dapat mengadakan Kongres sendiri. Sebagai upaya terakhir, Anggota PSSI dapat meminta bantuan dari FIFA, demikian bunyi statuta PSSI.

Namun demikian, Iwan Bule menyebut bahwa KLB dipercepat karena adanya surat dari dua anggota PSSI, yakni Persis Solo dan Persebaya Surabaya.

“Namun, PSSI memutuskan mempercepat KLB pemilihan dengan memperhatikan surat yang dikirim oleh dua anggotanya,” lanjut Iwan Bule.

Selain itu, percepatan KLB dikarenakan Exco PSSI menghindari perpecahan. “Exco PSSI tidak ingin terjadi perpecahan di antara para anggotanya dan karena Exco PSSI adalah mandataris yang dipilih oleh delegasi (voter) yang mewakili anggota PSSI,” ujar Iwan Bule.

PSSI akan segera mengirimkan surat kepada FIFA tentang percepatan KLB. “Tahapan KLB akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan kongres. Surat pemberitahuan kepada FIFA akan kami sebarluaskan kepada rekan-rekan media pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2022,” kata Iwan.

Iwan Bule melanjutkan bahwa KLB diharapkan akan mempercepat bergulirnya liga.

“Kami berharap keputusan ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan. Kiranya dapat membantu diputarnya kembali kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 yang selama ini menjadi napas dan marwah sepak bola di tanah air,” tutup Iwan Bule.


Efektifkah Hasil KLB Nanti?

KLB merupakan salah satu usulan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) kepada PSSI. Di sisi lain, pemerintah tidak akan memberikan izin pertandingan liga sepakbola profesional di bawah PSSI yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, sampai dengan terjadinya perubahan dan kesiapan yang signifikan oleh PSSI dalam mengelola dan menjalankan kompetisi sepakbola di tanah air.

Fajar Nugros, sutradara film, berkomentar bahwa yang terpenting adalah para pengurus PSSI harus mundur.

“Pendapat saya, mau KLB atau apapun itu, yang penting tunjukkan rasa tanggung jawab dengan mundur,” ujar sutradara film Inang itu kepada Panditfootball.

Sementara, penulis Miftakhul Fahamsyah menyebut bahwa KLB akan efektif jika orang-orang lama yang mengurus PSSI menepi.

“KLB akan efektif kalau yang diusulkan dan dipilih untuk memimpin dan mengurus PSSI nama-nama baru yang punya komitmen memperbaiki sepak bola. Wajah-wajah lama sudah waktunya menepi,” ujar penulis buku Mencintai Sepakbola Indonesia Meski Kusut sekaligus pendiri Omah Bal-balan itu kepada Panditfootball.

Miftakhul juga menegaskan bahwa yang diganti bukan hanya ketua umum, melainkan seluruh pengurus.



[ad_2]

Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *