Sikap Tanggung Jawab Chonburi Terhadap Worawut

[ad_1]

Worawut Sukuna, Kiper Chonburi FC, mengalami kecelakaan tunggal akibat mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, Rabu (26/10). Ia menerobos trotoar dan menghantam dua pejalan kaki sehingga satu korban mengalami luka dan satu lagi meninggal dunia. Sasit Singtothong, Manajer Chonburi, menyayangkan perilaku Worawut. Seharusnya, pemainnya itu tidak mengemudi dalam pengaruh alkohol. “Jika dalam keadaan minum, Anda tidak boleh mengemudi,” sebutnya dalam laman Bangkok Post.

Worawut terancam dipenjara imbas dari insiden ini, namun Sasit memberikan kesempatan kedua kepada kiper Tim Nasional Thailand U-23 ini. Sasit menyangkan jika karirnya harus hancur mengingat usianya yang masih 22 tahun dan masih bisa berkembang. “Dia masih muda. Jika kita akhiri kontraknya, itu sama saja dengan mengakhiri masa depannya,” imbuhnya.

Maka dari itu Sasit justru merasa bertanggung jawab dengan mengundurkan diri. “Secara pribadi, sebagai manajer tim, saya bertanggung jawab atas insiden itu dan oleh karenanya menyampaikan permohonan pengunduran diri. Untuk hal-hal lain yang lebih detail, kami akan melaporkannya kemudian,” ucapnya dalam video di akun Facebook Chonburi FC.


Sasit juga menyampaikan permohonan maaf dan klub akan menanggung semua biaya perawatan korban. Selain itu, pihak Chonburi juga akan memberikan sanksi kepada Worawut. “Manajemen dan klub siap untuk membantu perawatan korban luka yang saat ini berada di RS Chonburi, dan kepada korban yang meninggal dunia. Untuk pemain yang terlibat insiden, klub akan menjatuhkan hukuman. Pertama-tama, dia (Worawut) akan diskors hingga urusan hukumnya selesai,” tambah Sasit.

Selain Sasit, Wittaya Khunplome selaku presiden Chonburi juga memberikan rasa pertanggungjawabannya dengan mengunjungi korban dan memberikan bantuan nyata. “Saya tidak bisa lepas tangan, meskipun insiden ini adalah ulah individual, tetapi dampaknya besar kepada orang lain dan klub. Saya dan Chonburi siap bertanggung jawab dalam pengurusan korban meninggal dan perawatan korban meninggal dan perawatan korban luka,” katanya.



[ad_2]

Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *